Jumat, 14 Januari 2011
Tari Pasambahan Minang

Kamis, 23 Desember 2010
Suntiang Gadang
suntiang gadang
Suntiang sendiri dirangkai menggunakan kawat ukuran satu perempat yang dipasang pada kerangka seng aluminium seukuran kepala. Pada kawat itu dipasang sedikitnya lima jenis hiasan. Kelima hiasan itu dinamakan suntiang pilin, suntiang gadang, mansi-mansi, bungo, dan jurai-jurai. Besarnya sebuah suntiang diukur dengan jumlah mansi atau kawat. Suntiang paling besar ukurannya 25 mansi, kemudian 23 mansi, dan 21 mansi yang paling umum dipakai saat ini. Suntiang yang dibuat juga dibagi tiga jenis berdasarkan bahan. Yang lebih berat dan mahal yang masih dibuat saat ini terbuat dari mansi padang (sejenis seng aluminium kuningan). Kemudian mansi kantau atau biasa, dan yang sekarang mulai banyak dipakai, terutama untuk pelajar, suntiang dari plastik yang jauh lebih ringan. Tapi yang paling bagus sebaiknya nanti dibuat dari titanium, sayangnya masih mahal.
Suntiang tidak terlepas dari perangkatan pakaian limpapeh Rumah nan Gadang di Minangkabau. Suntiang ini dipakai oleh anak gadis yang berpakaian adat maupun oleh pengantin wanita. Mengenai jenis dan nama suntiang ini berbagai ragam.
Secara garis besar jenis suntiang ini adalah :
1. Suntiang bungo pudieng (suntiang berbunga puding)
2. Suntiang pisang saparak (suntiang pisang sekebun)
3. Suntiang pisang saikek (suntiang pisang sesisir)
4. Suntiang kambang loyang (suntiang pisang sesisir)
Dari segi ikat (dandanan) dengan segala variasinya suntiang ini dapat pula dibedakan, suntiang ikat pesisir, suntiang ikat Kurai, suntiang ikat Solok Selayo, suntiang ikat Banuhampu Sungai Puar, suntiang ikat Lima Puluh Kota, suntiang ikat Sijunjung Koto Tujuh, suntiang ikat Batipuh X Koto, suntiang ikat Sungayang, dan Lintau Buo.
Suntiang ikat bungo pudieng banyak dipakai didaerah Batipuh Tanah Datar. Suntiang pisang separak banyak dipakai didaerah Luhak Lima Puluh Kota, Solok, Sijunjung Koto Tujuh, dan Sungai pagu. Suntiang pisang sasikek banyak dipakai di daerah Pesisir. Suntiang kambang loyang banyak dipakai di daerah lain.
Minggu, 19 Desember 2010
WISATA KULINER RANAH MINANG
Hawa dingin di kakai gunung merapi, akan terkalahkan dengan segelas AIA kawa dan beberapa potong Bika. Pondok Aia Kawa dan bika ini perletak dijalan utama Bukittinggi -Payakumbuh tepatnya di daerah Koto Hilalang di kecamatan IV Angkat Candung, kabupaten Agam. Kecamatan yang terletak di dataran tinggi Agam, yang kira2 900-1200 m diatas permukaan laut. Hawa sejuk menusuk tulang...membuat perut jadi bernyanyi... bersahutan ....
Daun kopi dikeringkan diatas tungku, setelah kering lalu ditumbuk halus seperti teh dan siap diseduh menjadi minuman yang disebut AIA KAWA
Berkeliling berburu cemilan. Dulu.... lamang ini ada tiga macam , lamang putiah, lamang jaguang dan lamang ubi yang dicampur dengan gula merah sehingga warnya kecoklatan. Rasanya ... silakan coba sendiri ya
Rasa dan aromanya masih seperti yang dulu .....vla susnya baru dimasukin kalo ada pembelinya , kita langsung bisa liat gimana cara si Engkoh ...masukin vla ke sus, barangkali ini keunikannya.
Yang ini ngga boleh terlewatkan " Pisang Kapik". Pisang yang dipanggang, digepengkan, dimakan dengan uli karambia bagulo... (parutan kelapa yang dicampur gula merah )... enyak ..enyak ...
Abis... keliling-keliling haus kan ??? ...apalagi setelah menaiki JANJANG AMPEK PULUAH( tangga yang berjumlah 40 anak tangga yang menghubungkan antara pasar bawah dan pasar atas) . Disudut anak tangga paling terbawah ada penjual AIA TAWA .. mau rasa sama yang segar atau yang dicampur santan nan kamek ..... ondeh mandehhhhh ... glek...glek...glek...

Nah kalo yang ini gulo2 tareh , permen kampung dari gula merah yang dicetak bulat ato memanjang seukuran jari telunjuk lalu dibaluri dengan tepung terigu. Rasanya masih original...manis ...gula enau ....
KULINER DI MINANGKABAU
-----------------------------------------------------------------------------
Gulai adalah sejenis makanan yang dimasak dengan menggunakan bahan baku dari daging kambing, sapi, ayam atau jenis daging lain yang memiliki ciri khas berwarna kuning karena pengaruh dari filtrat kunyit. Makanan ini adalah bentuk lain dari kari. Makanan ini berminyak dan bercirikan menggunakan santan kelapa.
------------------------------------------------------------------------------
Rendang daging adalah masakan tradisional bersantan dengan daging sapi sebagai bahan utamanya. Masakan khas dari Sumatera Barat, Indonesia ini sangat digemari di semua kalangan masyarakat baik itu di Indonesia sendiri ataupun di luar negeri.
Selain daging sapi, rendang juga menggunakan kelapa (karambia), dan campuran dari berbagai bumbu khas Indonesia di antaranya Cabai (lado), lengkuas, serai, bawang dan aneka bumbu lainnya sebagai penyedap.
Rendang memiliki posisi terhormat dalam budaya masyarakat Minangkabau. Rendang memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Minang Sumatra Barat yaitu musyawarah, yang berangkat dari 4 bahan pokok, yaitu:
- Dagiang (Daging Sapi), merupakan lambang dari Niniak Mamak (para pemimpin suku adat) .
- Karambia (Kelapa), merupakan lambang Cadiak Pandai (kaum intelektual).
- Lado (Sabai), merupakan lambang Alim Ulama yang pedas, tegas untuk mengajarkan syarak (agama).
- Pemasak (Bumbu), merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat Minang.
-----------------------------------------------------------------------------
Karupuak Sanjai adalah sejenis peganan kerupuk dari singkong yang diparut tipis lalu digoreng dan diberi garam sebagai penyedapnya. Kerupuk ini amat populer sebagai makanan oleh-oleh khas kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Kerupuk sanjai yang diberi bumbu balado dinamakan karupuak balado.
-----------------------------------------------------------------------------
Sate Padang adalah sebutan untuk tiga jenis varian sate di Sumatera Barat, yaitu Sate Padang, Sate Padang Panjang dan Sate Pariaman.
Sate Padang memakai bahan daging sapi dan lidah sapi dengan bumbu kuah kacang kental (mirip bubur) ditambah cabai yang banyak sehingga rasanya pedas.
Sate Padang Panjang dibedakan dengan kuah satenya yang berwarna kuning sedangkan sate Pariaman kuahnya berwarna merah. Rasa kedua jenis sate ini juga berbeda. Sedangkan sate Padang mempunyai bermacam rasa perpaduan kedua jenis varian sate diatas.
Sate Mak Syukur di kota Padang Panjang sangat terkenal di Minangkabau sedangkan sate Ajo Laweh merupakan sate Pariaman yang terkenal.
Daging segar dimasukkan dalan drum besar berisi air dan direbus dua kali agar lunak menggunakan drum dan air yang berbeda. Daging diiris-iris dan dilumuri dengan bumbu dan rempah-rempah. Sementara air rebusan digunakan sebagai kuah kaldu, bahan membuat kuah sate. Lalu kuah kaldu ini dicampur dengan 19 macam bumbu rempah-rempah yang telah dihaluskan (bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan serai) dicampur dengan berbagai macam cabai. Seluruh bumbu kemudian dijadikan satu dan dimasak selama 15 menit.
Sate sendiri hanya dibakar saat dipesan, menggunakan arang dari tempurung kelapa.
------------------------------------------------------------------------------
Lamang adalah beras ketan yang dimasak dengan santan dan dimasak dalam bambu muda. Bahan utamanya adalah beras ketam putih, santan kelapa, daun pandan sedikit garam. Beras ketan di cuci bersihkan dulu dan dimasukkan kedalam ruas bambu muda yang terlebih dahulu di lapisi dalamnya degan daun pisang kemudian baru dituankan santan ke berasnya dan dibakar dengan bara api, dijaga jangan samapai ruas bambu terbakar. Tapai adalah tape beras kertan hitam yang di buat dengan mempermentasikan beras ketan dengan ragi. Lemang dan tapai merupakan padanan yang cocok buat berbuka puasa.
-----------------------------------------------------------------------------
Katupek katan yang khas Kapau, yaitu ketupat ketan berukuran kecil yang dimasak dalam santan berbumbu. Ketupat ketan adalah versi rebus dari lemang. Santannya menjadi sampai kental sekali dan merasuk ke dalam ketupat. Ketupat kentan ini bisa dimakan sebagai dessert, tetapi juga bisa dimakan dengan lauk pedas, misalnya gulai itik cabe hijau atau rendang.
Kuliner Bukittinggi Sumatra Barat yang “wajib” di nikmati
Satu lagi kudapan yang nikmat dari bukit tinggi, “ampiang dadiah”namanya , terletak di dalam pasar atas dan penjualnya pun konon sudah berjualan sejak tahun 50 an jadi resep yang digunakan sudah lama sekali.. Beberapa orang mengatakan , bahwa makanan ini jarang ditemui di tempat lain selain bukit tinggi, kalaupun ada rasanya juga berbeda.
Nikmat dan mantaap, campuran makanan ini terdiri dari “dadiah” fermentasi susu kerbau yang ditempatkan di buluh bambu dicampur kuah gula merah cair serta ampiang (ketan putih) dan serutan kelapa disajikan dingin bersama bersama serutan es..
Rasanya sangat khas .. “Campuran” manis, asam dan gurih sangat cocok dinikmati siang hari maupun malam , harga tergolong murah cukup dengan 13 ribu rupiah anda mendapat semangkok ampiang dadiah yang sedap
Eeeehm , mau coba ? Silahkan sambangi pasar atas bukittinggi sumbar…….




