Senin, 13 Desember 2010

Potensi Keindahan Kain Songket dari Tanah Minang


Keindahan alam bumi Minangkabau memang tidak perlu diragukan lagi, selain potensi panorama alamnya yang begitu mempesona. Kita juga dapat menjumpai berbagai tradisi dan adat yang unik di daerahSumatera Barat ini. Dan jika sudah menapakan kaki di tanah Minang, mata kita juga akan dimanjakan dengan keindahan hasil produksi kain songket yang banyak ditemukan di daerah tersebut. Sumatera Barat merupakan daerah penghasil kain songket yang berkualitas tinggi.

Kain songket adalah kain yang dihasilkan dari benang tenun yang ditenun langsung oleh tangan para pengrajinnya. Mesin tenun yang digunakan pun masih mesin tenun yang tradisional, sehingga diperlukan keahlian khusus dalam membuat kain songket karena tingkat tenunannya pun sangat rumit.

Bahan dasar kain songket adalah benang tenun yang biasa disebut dengan benang lusi atau lungsin. Sedangkan songketnya terbuat dari benang makao atau benang pakan. Benang lusi dan benang makao memiliki banyak perbedaan, diantaranya warna, ukuran serta serat yang dimiliki keduanya sangatlah berbeda. Perbedaan inilah yang mampu menimbulkan ragam hias songket yang terlihat menonjol, karena berbeda dengan tenun latarnya. Biasanya latar ataupun dasar tenun yang digunakan adalah warna merah tua, hijau tua dan biru tua.

Masyarakat di tanah Minang mewarisi keahlian khusus untuk menghasilkan tenunan songket yang bagus dan berkualitas. Ada dua daerah yang terkenal bagus kain songketnya, yaitu daerah Pandai Sikek dan daerah Silungkang. Masing – masing daerah memiliki ciri khas yang berbeda yang terlihat dari ragam hiasan songket Pandai Sikek yang lebih rumit dan lebih bervariasi dibandingkan dengan kain songket daerah Silungkang yang lebih sederhana.

Kain songket yang diproduksi masyarakat tanah Minang memiliki beberapa jenis, ada yang menggunakan benang berwarna emas dan ada pula yang menggunakan benang yang bervariasi warna. Kain songket yang menggunakan benang emas biasanya dijual dengan harga yang relatif mahal, yakni sekitar lima ratus ribu hingga jutaan rupiah untuk satu selendang . Selain itu penggunaannya juga hanya pada saat peristiwa ataupun kegiatan tertentu, seperti perkawinan, penobatan penghulu ataupun menerima tamu – tamu penting. Sedangkan kain songket dengan variasi dua ataupun empat warna yang bervariasi harganya relatif lebih murah, serta dapat digunakan kapan saja dan dimana saja. Sehingga pasarannya lebih luas tidak hanya untuk busana tradisional, tetapi juga untuk keperluan industri fashion maupun untuk industri kerajinan yang terbuat dari kain songket.

Perkembangan pemasaran kain songket kini telah berkembang pesat, sehingga potensi daerah Minang tersebut telah dijadikan sebagai bahan baku pendukung kemajuan fashion di Indonesia. Karena kain songket telah sering digunakan oleh perancang busana ternama di Indonesia, untuk menghasilkan karya terbarunya. Keindahan kain songket pun kini telah diminati para pecinta fashion di luar negeri, seperti daerah Malaysia dan Singapura.

Keindahan kain songket hanya bisa tercipta dengan adanya ketelitian, ketekunan, dan kesabaran sang pengrajin. Tanpa nilai-nilai tersebut tidak mungkin akan terwujud sebuah tenun songket yang bagus. Begitu pula dengan kesuksesan, tak akan pernah tercipta tanpa adanya ketekunan, ketelitian, serta kesabaran dari sang pelaku usaha. Peluang sukses dengan menekuni bisnis fashion pun menjadi salah satu contoh usaha yang dapat dicoba. So….keep fighting for your next success!!!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar