Kamis, 11 November 2010

Objek Wisata di Kabupaten Tanah Datar

Rumah Adat Kampai Nan Panjang
Objek wisata Rumah Adat Kampai Nan Panjang merupakan Rumah Adat tertua di ranah Minang,dibangun pada sekitar 350 tahun yang lalu.Rumah Adat Kampai Nan Panjang merupakan Rumah dengan kontruksi bangunan Tidak menggunakan paku, konstruksi pasak (sama dengan rumah adat tua di Seremban, Malaysia).Sangat unik, dengan posisi di Desa Balimbing yang masih bersuasana desa Minang lama. Kamar-kamarnya relatif kecil sekali dengan pintu berbentuk oval.Rumah Adat Kampai Nan Panjang Terletak di Desa Balimbing, Kec. Rambatan,Kabupaten Tanah Datar. Desa ini jalan Kabupaten antara Batusangkar(Sekitar 30 km dari Batusangkar) dan Danau Singkarak (masuk ke jalan desa kira-kira 5 km).Wisata Indonesia Surga Dunia

Objek wisata Lembah Anai
Objek wisata Lembah Anai Berada pada daerah cagar alam terletak di Nagari Singgalang Kec. Sepuluh Koto,Kabupaten Tanah Datar atau sekitar 38 km dari Batusangkar atau berjarak sekitar 60 kilometer dari Padang ini.Air terjun Lembah Anai terletak di pinggir jalan yang menghubungkan Kota Padang dan Kota Bukittinggi, dua kota yang menjadi sentra bagi tata pemerintahan, pertumbuhan ekonomi, dan pariwisata di Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatra Barat. Lokasi Lembah Anai yang tepat berada di sisi jalan, membuat air terjun Lembah Anai ini mampu menarik perhatian para wisatawan baik wisatawan lokal maupun wisata mancanegara.objek wisata lembah anai sangat cocok untuk menjadi tempat wisata bersama keluarga.Wisata Indonesia Surga Dunia
Istano Basa Pagaruyuang
Istano Basa yang lebih terkenal dengan nama Istana Pagaruyung, adalah sebuah istana terletak di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat. Istana ini merupakan obyek wisata budaya yang terkenal di Sumatera Barat. Istano Basa yang berdiri sekarang sebenarnya adalah replika dari yang asli. Istano Basa asli terletak di atas Bukit Batu Patah itu dan terbakar habis pada sebuah kerusuhan berdarah pada tahun 1804. Istana tersebut kemudian didirikan kembali namun kembali terbakar tahun 1966. Proses pembangunan kembali Istano Basa dilakukan dengan peletakan tunggak tuo (tiang utama) pada 27 Desember 1976 oleh GubernurSumatra Barat (waktu itu Harun Zain). Bangunan baru ini tidak didirikan di tapak istana lama, tetapi di lokasi baru di sebelah selatannya. Pada akhir 1970-an, istana ini telah bisa dikunjungi oleh masyarakat umum. Pada tanggal 27 Februari 2007, Istano Basa mengalami kebakaran hebat akibat petir yang menyambar di puncak istana. Akibatnya, bangunan tiga tingkat ini rata dengan tanah. Ikut terbakar juga sebagian dokumen, serta kain-kain hiasan.Diperkirakan hanya sekitar 15 persen barang-barang berharga ini yang selamat. Barang-barang yang lolos dari kebakaran ini sekarang disimpan di Balai Benda Purbakala Kabupaten Tanah Datar.Wisata Indonesia Surga Dunia






Objek wisata Puncak Pato
Objek wisata Puncak Pato atau Bukit Marapalam ini dikenal dengan sejarah "Sumpah Satie Bukik Marapalam dan kawasan ini merupakan benteng pertahanan perang padri" Objek wisata Puncak Pato Terletak di Nagari Batu Bulek Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat,atau sekitar 17 km dari Kota Batusangkar.Di Puncak Pato terdapat bangunan beratap tumpuk yang melambangkan tempat pertemuan tiga pemimpin masyarakat ketika hendak melahirkan pedoman hidup
masyarakat Minangkabau yang dikenal sebagai Perjanjian Marapalam.Wisata Indonesia Surga Dunia
Objek Wisata Batu basurek
Objek Wisata Batu basurek terletak didesa kubu rajo nagari lima kaum Kabupaten Tanah Datar,berjarak 4 km dari batu sangkar.Batu basurek ini terletak di bagian atas makam raja Adityawarman.Prasasti batu basurek ini ditulis dengan tulisan jawa kuno berbahasa sanskerta.Batu basurek ini lebarnya 25 cm tingginya 80 cm dengan ketebalan 10 cm dan berat sekitar 50 kg . Batu basurek ini telah berumur 659 tahun.penemuan prasasti ini pertama kali ditulis pada 16 Desember 1880 oleh P.H. Van Hengst, Asisten Residen Tanah Datar. Prof. H Kern, seorang ahli dari Belanda,Ia orang yang pertama kali membahas prasasti dengan tulisan Jawa Kuno berbahasa Sanskerta itu. Pada 1917 dia menerjemahkan isinya adalah:"Adityawarman maju perkasa, ia penguasa Kanakamedinindra atau Suwarnadwipa (Sumatera atau Tanah Emas). Ayahnya Adwayawarman. Dia keluarga Indra. Adityawarman lahir dari rahim Dara Jingga, putri raja Darmasraya yang terletak di tepi Sungai Batanghari, Jambi. Ayahnya, Adwayawarman tadi, kerabat Keraton Singosari. .Wisata Indonesia Surga Dunia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar