Minggu, 10 Oktober 2010

Sejarah Payakumbuh dan Beberapa Foto-foto Payakumbuh Tempo Dulu

pasar payakumbuh tahun 1930


ini foto taram tahun berapa ya?



sepertinya ini sekitar bioskop kencana deh. tapi tahun berapa ya?


masih ingat dengan ini kan?


mesjid gadang balai nan duo


pacu itik kapan dimulai lagi ya?


bebendi-bendi dulu deh....


nonton pacu kuda dulu deh....




AGAK susah dan sedikit membingungkan memang untuk menelusuri sejarah Payakumbuh, apalagi sejarah tempo doeloe.Tempo dimana tambo (referensi bagi sebagian urang Minang) masih menyebut gunung Merapi baru sebesar telur itik, dan kereta api masih beratapkan ijuk alias daun aren.

Menurut tambo dan warih nan bajawek (petuah yang didengar), nama Payakumbuh berasal dari suku kata "kumbuah nan payau" (sebagian juga menyebut kumbuah nan bapayau).
Payau sendiri, merupakan rawa-rawa yang menjadi "habitat" berbagai jenis tumbuhan air. Sedangkan Kumbuah dianalogikan sebagai sejenis mansiang (tumbuhan yang lembaran daunnya dibuat untuk kambuik).

Dari beberapa kabar, dulu lapakan poliko (kapten tantawi) banyak ditumbuhi kumbuah dan daerah itu terdiri payau (rawa-rawa)

Namun, dari berbagai sumber lain, daerah Kumbuah Nan Payau itu adalah daerah yang mula-mula diteruka di samping Aia Tabik dan Titian Aka (sekarang Tiakar). Kenapa bisa demikian?

Menurut legenda yang beredar dari mulut ke mulut, sebelum daerah di sekitar lapangan Poliko atau di Kumbuah Nan Payau diteruka anak manusia. Sebenarnya daerah di Aia Tabik dan Titian Akar serta Koto Nan Gadang juga sudah memiliki penghuni. Malahan, ada keyakinan, nenek moyang di ketiga daerah ini bersamaan datangnya dengan para penghuni Kumbuah Nan Payau?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar